ABOUT US

STATISTIKA DESKRIPTIF PENDAHULUAN


Statistika adalah pengetahuan yang membahas tentang cara-cara pengumpulan data, pengolahannya, penganalisaannya dan pembuatan kesimpulan berdasarkan analisis tersebut mengenai populasi dari mana data tersebut diambil.
Statistik yang berhubungan dengan pengumpulan data, penyajian data(pembuatan tabel-tabel dan grafik-grafik) dan melakukan perhitungan-perhitungan statistik, termasuk kedalam tugas “statistik deskriptif”, sedangkan statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan secara umum dengan fakta yang terbatas, disebut “statistik inferens atau statistik induktif” Bermula dari data yang terbatas atau sampel. Jadi tanpa data/fakta tidak bisa ditarik kesimpulan.
Statistik deskriptif atau statistik deduktif adalah bagian dari statistik mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Statistik deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata statistik deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Penarikan kesimpulan pada statistic deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada.
Yang dimaksud sebagai statistika deskriptif adalah bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan nilai-nilai statistika, pembuatan diagramatau gambar mengenai sesuatu hal, disini data yang disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami atau dibaca.
Fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan atau mengalisa kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar dinamakan statistika deskriptif.
Jadi, Statistika deskriptif adalah bagian dari ilmu statistika yang hanya mengolah, menyajikan data tanpa mengambil keputusan untuk populasi. Dengan kata lain hanya melihat gambaran secara umum dari data yang didapatkan.


PELUANG


 I.          Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengungkapkan kalimat yang dimulai dengan kata mungkin. Kalimat ini mengisyaratkan adanya unsur ketidakpastian. Apabila pada kalimat yang dimulai dengan kata mungkin tersebut kita memberikan nilai numerik yang terletak antara 0-1, maka kata mungkin tadi namanya berubah menjadi peluang atau nilai kemungkinan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana caranya mencantumkan angka numerik tadi pada kalimat yang dimulai dengan kata mungkin.

Contoh : Kemungkinan dalam suatu kelahiran, yang lahir adalah anak laki-laki.
Apabila dalam kelahiran tersebut dicantumkan nilai numerik yang besarnya antara o dan 1, maka kemungkinan itu sudah menjadi peluang.

    II.     Istilah-istilah dalam Peluang

1.    Ruang sampel (sampel space), yaitu suatu himpunan yang anggota-anggotanya adalah semua hasil yang mungkin dan berkesempatan sama dari suatu eksperimen. Ruang sampel biasanya dinotasikan S / R / U / Ω.

2.    Peristiwa (event) adalah subset atau himpunan bagian dari suatu ruang sampel. Peristiwa biasanya dinotasikan dengan huruf kapital.
Contoh : A = { }
                B = {1,2}

3.    Titik sampel (sampel point), yaitu elemen atau anggota dari suatu ruang sampel atau peristiwa. Untuk menghitung peluang dari suatu peristiwa sering kali kita memerlukan informasi yang berkaitan dengan banyaknya elemen yang ada dalam ruang sampel/ peristiwa. Titik sampel dinotasikan dengan bilangan kardinal.
Contoh : N(A) =  0
  N(B) = 2

4.    Peristiwa saling eksklusif (Mutually exclusivce)
Dua peristiwa A dan B dikatakan saling eksklusif apabila terjadinya salah atau peristiwa menyebabkan peristiwa lain tidak terjadi secara bersamaan

5.    Peristtiwa saling bebas (Mutually Independent)
Dua peristiwa A dan B dikatakan saling bebas apabila terjadinya salah satu peristiwa tidak disebabkan dan atau tidak menyebabkan peristiwa lain terjadi.

Contoh :
Dari seorang istri yang sedang mengandung, menurut pemeriksaan bayi yang sedang dikandung tidak kembar.
Jika suami-istri tersebut mempunyai anak 2 orang

a.    Ruang sampel S yang menyatakan kemungkinan susunan jenis kelamin  kedua anak tesebut seluruhnya :
        S = (LL, PP, LP, PL)
 b.   Titik-titik sampel LL, PP, LP, PL sifatnya equally likely
 c.   Titik-titik sampel LL, PP, LP, PL sifatnya mutually eksklusif

  III.     Definisi-definisi Peluang

1.    Definisi Peluang Klasik (Apriori)
Misalkan kita mempunyai ruang sampel S, ruang sampel ini mempunyai n buah titik sampel yang saling eksklusif dan berkesempatan sama. Selanjutnya kita mempunyai dari n buah titik tersebut x buah titik sampel yang mendukung peristiwa A, maka nilai peluang dari peristiwa A dinotasikan oleh P(A), dinyatakan oleh :   
Dalam definisi ini terdapat kelemahan, yaitu dalam kalimat tersebut terdapat kata “berkesempatan sama”.
Contoh :
 Menurut catatan 70 dari 100 penderita kanker darah dapat disembuhkan melalui operasi pencangkokan sumsum tulang belakang. Pada suatu ketika ada seseorang yang menderita penyakit kanker darah, berapa peluang orang tersebut dapat disembuhkan melalui operasi pencangkokan sumsum tulang belakang ?
Jawab :
Misalkan, A adalah peristiwa seseorang yang menderita penyakit kanker darah dapat disembuhkan melalui operasi pencangkokan sumsum tulang belakang.
Maka, 

2.    Definisi Peluang Statistis (Empiris/Matematis)
Misalkan kita mempunyai n buah peristiwa, dari n peristiwa ini terdapat x buah peristiwa A, maka nilai peluang dari peristiwa A dinyatakan  :
Penerapan dari definisi peluang empirik ini dapat digunakan untuk menghitung nilai peluang dari suatu peristiwa berdasarkan informasi/ catatan/ hasil penelitian pada masa lalu.

3.    Definisi Peluang Subjektif
Definisi peluang secara subyektif adalah pendekatan yang menggunakan intuisi, keyakinan diri dan informasi tidak langsung lainnya. Peluang subyektif ini sifatnya amat pribadi, setiap orang memiliki informasi yang berbeda mengenai suatu kejadian dan cara mereka mengartikan informasi tersebut juga berbeda sehingga peluang dari suatu kejadian yang mereka simpulkan akhirnya dapat berbeda-beda.


Ukuran-ukuran Statistik



Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang sekumpulan data mengenai peristiwa atau hal yang sedang diteliti dalam penelitian kesehatan, baik data tersebut berasal dari sampel maupun populasi, selain menyajikannya dalam bentuk grafik ataupun tabel diperlukan ukuran-ukuran yang merupakan wakil dari data tersebut.
Ukuran yang dihitung dari kumpulan data dalam populasi atau bisa dikatakan nilai yang muncul dari populasi dinamakan parameter, sedangkan jika ukuran tersebut dihitung dari sampel dinamakan statistik.
Ukuran-ukuran statistik tersebut terbagi ke dalam 5 kategori yaitu:
1. Ukuran Gejala Pusat (Central Tendency)
    a. Rata-rata
    b. Modus
2. Ukuran Letak
a. Median
b. Kuartil  
c. Desil
d. Persentil
3. Ukuran Penyimpangan (Dispersi)
a. Varians
b. Standar Deviasi
c. Koefisien Variasi
4. Ukuran Kemiringan (Kurtosis)

5. Ukuran Tinggi (Skewness)

Pengantar Biostatistika


1.    Definisi Biostatistika
Biostatistika adalah suatu ilmu statistika yang mempelajari bagaimana penggunaan aplikasi statistika dalam ruang lingkup penelitian medik dan merupakan alat bantu dalam analisis juga bahan pertimbangan peneliti dalam menarik kesimpulan hasil penelitian.
2.    Statistika dan Statistik
     Statistika :Pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan   atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
 Statistik  :Kumpulan data bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel dan atau  diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.
      Statistika terbagi menjadi dua bagian :
  1. Statistika deskriptif : bagian dari statistika yang mempelajari penyusunan atau penyajian data dalam bentuk tabel / daftar dan dalam bentuk grafik / diagram, dan kesimpulan yang diambil hanya berlaku untuk sampel (unit subjek penelitian yang diambil) saja.
  2. Statistika Inferensial / Induktif : Bagian dari statistika yang mempelajari aturan-aturan dan cara-cara yang dapat dipakai sebagai alat dalam penarikan kesimpulan yang berlaku umum (menyimpulkan populasi melalui sampel).


Makalah Manajemen Proyek Industri


KATA PENGANTAR


Segala Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Kasih dan Penyertaan-Nya sehigga saya dapat menyelesaikan makalah “Manajemen Proyek Industri”. Tidak lupa juga saya mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman– teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.  
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan agar dalam pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi. Harapan saya, Semoga makalah ini dapata bermanfaat bagi banyak orang.


Sorong,  19 Juni 2017


Penyusun




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
   A.  Latar belakang........................................................................................ 1
   B.  Maksud & tujuan................................................................................... 1
BAB II  PEMBAHASAN............................................................................ 2
   A. Manajemen produksi dan operasi........................................................... 2
   B.  Keputusan strategi produk dan proses................................................... 6
   C.  Keputusan strategi lokasi dan tataletak............................................... 10
   D.  Manajemen daan pengendalian persediaan........................................... 20
BAB III PENUTUP .................................................................................. 22
   A.  Kesimpulan ......................................................................................... 22







BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Seperti di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka manajemen produksi dan operasi merupakan proses pengambilan keputusan didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi dan operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi.
Pelaksanaan kegiatan manajemen merupakan tanggung jawab seorang manajer diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab lebih besar dari pada apa yang dia dapat lakukan sendiri. Sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi, sedangkan manajer produksi dan operasilah yang akan menentukan keberhasilan organisasi perusahaan sebagai produsen yang baik, selanjutnya keberhasilan usaha suatu perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya ditentukan oleh kemampuan manajer produksi dan operasi, serta kemampuan manajer pemasaran dan manajer keuangan disamping kemampuan majemen puncak atau direksi untuk menciptakan hasil sinergi dari seluruh kegiatan bersama perusahaan.

B.     Maksud dan Tujuan.
1.      Memenuhi tugas mata kuliah manajemen proyek industri.
2.      Memahami dan menguasai materi – materi di mata kuliah manajemen proyek industri.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manajemen produksi dan operasi.
Istilah produksi dan operasi sering dipakai dalam suatu organisasi yang menghasilkan keluaran output, baik berupa barang maupun jasa. Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dengan dasar pengertian itu, di dalam kegiatan menghasilkan barang atau jasa, dapat diukur kemampuan menghasilkan atau transformasinya, yang sering dikenal dengan apa yang disebut dengan produktivitas untuk setiap masukan (input) yang dipergunakan, kecuali bahan.
Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, barang setengah jadi, bahan industri, suku cadang, dan komponen. Karena adanya batasan pengertian produksi dalam arti sempit, maka dipergunakanlah istilah produksi dan operasi, sehingga mencakup pembahasan dalam arti luas untuk kegiatan masukan (inputs) menjadi keluaran (output) yang berupa barang atau jasa.
Pengertian produksi dan operasi dalam ekonomi adalah merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan dan menambah kegunaan atau utilitas suatu barang atau jasa. Yang terkait dalam pengertian produksi dan operasi adalah penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat, sehingga membutuhkan faktor-faktor produksi. Dalam ilmu ekonomi faktor-faktor produksi terdiri atas tanah atau alam, modal, tenaga kerja, dan keterampilan manajerial (managerial skills)serta keterampilan teknis dan teknologi.
a.      Pengertian Manajemen Produksi Dan Operasi
Manajemen adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Dalam pengertian ini terdapat tiga unsur penting, yaitu adanya orang lebih dari satu, adanya tujuan yang ingin dicapai, dan orang yang bertanggung jawab akan tercapainya tujuan tersebut.
Manajemen produksi dan operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility)sesuatu barang atau jasa. Dari uraian di atas, dapatlah dinyatakan bahwa manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Sasaran dari organisasi itu antara lain adalah untuk mempeoleh tingkat laba tertentu atau memaksimalisasi laba, memberikan pelayanan dengan tingkat pelayanan yang baik, serta berupaya dan berusaha untuk menjamin eksistensi dari organisasi tersebut.
Ada dua permasalahan yang penting dalam peningkatan produktivitas, yaitu: pertama, produktivitas baru meningkat bila terdapat peningkatan kondisi kerja dari kondisi yang kurang baik menjadi kondisi yang lebih baik. Kedua, beberapa hasil peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan, karena hasil tersebut hanya terkait dengan perbaikan pada bidang tertentu saja, sedangkan bidang yang lainnya mungkin tetap tidak terpengaruh.
Manajer produksi  dan operasi dalam mengatur dan mengkordinasikan penggunaan sumber-sumber daya, perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan, agar barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat dengan apa yang diharapkan, yaitu tepat mutu (kualitas), tepat jumlah (kuantitas) dan tepat waktu yang direncanakan, serta dengan biaya yang rendah.
b.      Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi Dan Operasi
Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memudahkan proses pemilihan alternatif atau penggunaan peralatan analisis, bagi penentuan keputusan, sehingga dapat diketahui bagaimana keputusan-keputusan yang rasional harus diambil, dan dengan demikian dapat ditentukan dan disusun rencana-rencana logis dari keputusan-keputusan yang diambil atas dasar peralatan ilmu pengetahuan dan matematika atau analisis kuantitatif serta kenyataan yang terjadi.
Dilihat dari kondisi atau keadaan dari keputusan yang harus diambil, maka terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu:
a.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
b.   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
c.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainly)
d.   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Dalam kerangka kerja pengambilan keputusan, bidang produksi dan operasi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu: proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja, dan mutu atau kualitas. Masing-masing kerangka tanggung jawab keputusan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a.    Proses
Keputusan-keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksikan produk berupa barang atau jasa. Keputusan mencakup jenis peralatan dan teknologi, arus dari proses, tata letak (lay out) dari peralatan dan seluruh aspek dari fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan. Banyak keputusan tentang proses ini merupakan keputusan jangka panjang dan tidak dapat dengan mudah diubah atau direvisi.
b.   Kapasitas
Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk memberikan besarnya jumlah kapasitas yang tepat dan penyedian pada waktu yang tepat.
c.    Persediaan
Manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi dan operasi, mengenai apa yang dipesan, berapa banyak yang dipesan, dan kapan pemesanan dilakukan.
d.   Tenaga kerja
Dalam menajemen produksi dan operasi, pengelolaan tenaga kerja atau sumber daya manusia merupakan bidang keputusan yang sangat penting. Hal ini karena tidak akan terjadi proses produksi dan operasi tanpa adanya orang atau tenaga kerja yang mengerjakan.
e.    Mutu atau kualitas
Fungsi produksi dan operasi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap mutu atau kuliatas dari barang atau jasa yang dihasilkan.
c.       Ruang Lingkup Manajemen Produksi Dan Operasi
Manajemen Produksi dan operasi seprti yang telah dibahas pada oint sebelumnya setidaknya mengajarkan kita bagaimana utuk mencapai suatu tujuan dengan perencanaan dan keberhasilan rencana yang telah kita rancang. Untuk itu, dalam manajemen produksi dan operasi terdapat:
a.    Seleksi dan rancangan atau desain hasil produksi.
b.   Seleksi dan perancangan proses dan peralatan.
c.    Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit produksi.
d.   Rancangan tata letak (layout) dan arus kerja atau proses.
e.    Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.


Penambahan dalam pengoperasian sistem produksi dan operasi akan mencakup:
a.    Penyusunan rencana produksi dan operasi.
b.   Perencanaan dan pengendalian persediaan dan pengadaan bahan.
c.    Pemeliharaan atau perawatan (maintenance) mesin dan peralatan.
d.   Pengendalian mutu.
e.    Manajemen tenaga kerja (Sumber Daya Manusia)

d.      Perananan manajer operasi dan produksi
Manajemen Produksi dan Operasi menawarkan kesempatan profesi sebagai contoh : direktur operasi, direktur pabrik, manajer operasi, manajer pengawasan produk, manajer lapang, asisten manajer, dan lain sebagainya. Beberapa tugas yang harus dilakukan oleh Manajer Operasi adalah :
1.                  Menentukan dan mengatur letak lahan pertanian dengan letak pabrik penanganan pasca panen 
2.                  Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien agar tidak menyita waktu dalam gerakan 
3.                  Melakukan pemeliharaan peralatan di lahan pertanian dan pabrik agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi 
4.                  Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah 
5.                  Menentukan input yang akan dibuat atau dibeli 
6.                  Menentukan atau memperbaiki jadwal kegiatan usahatani atau kegiatan proses produksi pasca panen 
7.                  Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan tenaga kerja baik di lapang maupun di kantor 
8.                  Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan pemborosan 
9.                  Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses  
10.              Dan lain-lain 
Kegiatan yang demikian banyaknya, maka peran dari manajer operasional sangatlah strategis dalam menciptakan sistem produksi yang ampuh untuk membuat produk secara efisien

B.     .    Keputusan strategi produk dan proses
Strategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkannya dan juga berhubungan pula dengan hal-hal lain atau atribut lain yang melekat pada produk tersebut. Hanya dengan kepuasaan konsumen maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan, jadi kepusaan konsumen haruslah menjadi dasar utama bagi perencanaan strategi produk. Dengan demikian produsen atau penjual harus menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Suatu atribut produk dapat membedakan antara satu produk yang dipasarkan oleh perusahaan yang satu dengan produk yang sama yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Strategi produk yang telah dilaksanakan oleh suatu perusahaan haruslah selalu dievaluasi apakah atribut-atributnya betul-betul sudah cocok atau sesuai dengan selera serta keinginan konsumen yang mana akan selalu mengalami pergeseran serta pekembangan. Strategi produk yang tepat akan menempatkan perusahaan dalam suatu posisi persaingan yang lebih unggul dari para pesaingnya yang disebabkan karena strategi produk yang tepat akan menciptakan kondisi bahwa produk yang dipasarkan itu akan dapat menjual dirinya sendiri. Oleh karena itu maka strategi produk haruslah dilaksanakan dangan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
Produk adalah segala sesuatu yang diharapkan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia ataupun organisasi. Produk yang berhasil berarti produk yang dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dan keinginan atau selera konsumennya. Sebaliknya produk yang gagal adalah produk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan serta selera konsumennya. Keberhasilan suatu produk diukur dari kemampuan produk itu untuk memenuhi kebutuhan sejumlah manusia yang cukup luas. Jadi dengan kata lain harus mampu memperoleh keberhasilan ekonomis yang tinggi. Suatu produk yang baru yang akan berhasil serta akan mulai diperkenalkan atau dilansir (lounching the new product) haruslah direncankan dengan teliti agar nantinya dapat menjadi produk yang berhasil. Keberhasilan itu akan sangat ditentukan oleh sifat-sifat yang terkandung dalam produk tersebut baik sifat yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Sifat-sifat produk tersebut merupakan komponen-komponen yang membentuk disebut dengan atribut produk, yang dapat berupa bentuknya yang manis, daya tahannya yang tinggi, warnanya yang menarik, ataupun mereknya yang sudah terkenal bahkan bisa saja berupa pelayanan purna jual yang berupa service atau reparasinya dsb. Keberhasilan dari suatu produk baru yang mulai diperkenalkan atau diintroduksikan di pasar dapat memakan waktu yang lama akan tetapi ada pula yang cepat dikenal dan disenangi konsumen. Perjalanan hidup suatu  produk dari mulai diperkenalkan sampai mati itu disebut “siklus hidup produk” atau “daur hidup produk” atau “product life cycle”.
Perusahaan yang berusaha memasarkan bermacam-macam produk sering disebut menjalankan “product portfolio” atau “portofolio produk”. Produk dapat mencakup benda fisik, jasa, prestise, tempat, organisasi ataupun idea. Berdasarkan atas pengertian produk diatas , maka terdapat 3 aspek dari produk yang perlu diperhatikan agar memudahkan dalam mempelajari strategi produk antara lain:
1.      Produk inti (core product)
Produk inti merupakan manfaat inti yang ditampilkan oleh suatu produk kepada konsumen dalam memenuhi kebutuhan serta keinginannya. Dengan kata lain manfaat produk yang diharapkan itulah yang merupakan produk inti, dengan demikian tugas utama pemasaran adalah menjual manfaat inti dari produk yang dipasarkannya. Masing-masing produk memiliki produk inti atau manfaat inti sendiri-sendiri. Dalam membahas masalah produk inti dapat menghubungkannya dengan suatu konsep yang dikenal sebagai konsep “ GENERIC PRODUCT “ atau “ PANGKAL PRODUK “  yang merupakan manfaat utama atau pangkal manfaat dari suatu produk. Suatu produk mungkin memberikan manfaat-manfaat tambahan yang lain lagi kepada konsumen.
2.      Produk yang diperluas ( augmented product)
Mencakup berbagai tambahan manfaat yang dapat dinikmati oleh konsumen dari produk inti yang dibelinya yang dapat berupa pemasangan instalasi, pemeliharaan, pemberian garansi serta pengirimannya. Semakin banyak manfaat yang ditambahkan yang terkandung dalam suatu produk akan menjamin keberhasilan produk tersebut dipasarkan. Perluasan manfaat suatu produk dapat dilakukan dengan memahami serta kemudian menerapkan suatu konsep yang disebut konsep “GENERIC NEED” atau “PANGKAL KEBUTUHAN”  adalah manfaat riil yang dibutuhkan dan diharapkan oleh pembeli terhadap produk yang dibelinya itu.
3.      Produk formal (formal product)
Produk yang merupakan penampilan atau perwujudan dari produk inti maupun perluasan produk. Produk formal inilah yang lebih dikenal oleh kebbanyakan pembeli sebagai daya tarik yang tampak langsung atau tangible offer dimata konsumen. Dalam hal ini ada 5 komponen yang terdapat pada produk formal yaitu :
·         Desain / bentuk / coraknya.
·         Daya tahan / mutunya.
·         Daya tarik / keistimewaan.
·          Pengemasan / bungkus.Nama merk / brand name.

DAUR HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE)

1.      Tahap Perkenalan
Pada masa ini produk tersebut baru diperkenalkan oleh pengusaha kepada masyarakat. Pada masa/tahap perkenalan ini tentu saja akan berlangsung lama karena memang sukar untuk memperkenalkan suatu produk kepada konsumen sehingga masyarakat akan menjadi kenal dengan produk tersebut. Seringkali produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat akan tetapi tidak banyak anggota masyarakat yang mengetahui akan kehadiran produk tersebut sehingga yang mengenalnya hanya sebagian kecil masyarakat.
2.      Tahap Pertumbuhan
Setelah banyak anggota masyarakat yang mengenal akan produk itu maka diharapkan masyarakat tersebut akan menjadi menyenangi produk tersebut dan apabila hal ini terjadi maka produk produk tersebut akan berada pada tahap pertumbuhan. Tahap ini ditandai dengan adanya jumlah penjualan yang meningkat terhadap produk tersebut, itulah sebabnya lalu disebut sebagai thap perkembangan atau tahap pertumbuhan. Pada tahap ini ditandai atau mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
·         Para pemakai awal mengadakan pembelian ulang dan diikuti oleh pembeli-pembeli potensial
·         Tingkat laba tinggi, sehingga menarik pesaing masuk dalam bisnis. Pesaing biasanya membuat produk dengan cirri khas.
·         Harga tetap atau naik sedikit, karena naiknya permintaan dengan pesat
·         Biaya promosi tetap atau sedikit naik untuk melawan pesaing atau mendidik pasar
·         Penjualan meningkat secara tajam, sehingga jumlah laba besar
·         Biaya produksi per unit turun berkat pengaruh kurva pengalaman
Pada dasarnya suatu perusahaan ingin mencapai pertumbuhan pasar secepat mungkin. Untuk tujuan itu ada beberapa strategi yang dapat digunakan yaitu:
·         Penyempurnaan mutu, model dan cirri khas produk baru
·         Memasuki segmen pasar dan saluran distribusi yang baru
·         Perusahaan mengalihkan pesan iklannya dari sekedar kesadaran konsumen menjadi keyakinan dan pembelian produk oleh konsumen
·         Menurunkan harga, untuk menarik pembeli yang peka terhadap perubahan harga. Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka akan menempatkan kegiatan operasional mereka, maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi. Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi sebuah perusahaan yangdapat memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan. Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka harus menempatkan operasi mereka. Aspek Internasional keputusan ini adalah sebuah indikasi bahwa keputusan lokasi bersifat global. Lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi sangat mempengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Sebagai contoh, biaya transportasi saja bisa mencapai 25% harga jual produk (tergantung kepada produk dan tipe produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berarti bahwa seperempat total pendapatan perusahaan mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari perusahaan. Biaya lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi antara lain adalah pajak, upah, biaya bahan mentah, dan sewa. Lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat (atau menghancurkan) strategi bisnis sebuah perusahaan. Kerja keras yang dilakukan manajemen untuk menetapkan lokasi fasilitas yang optimal merupakan investasi yang baik. Keputusan lokasi sering bergantung pada tipe bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya, sedangkan untuk bisnis eceran dan jasa professional, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan.
Sejumlah perusahaan di dunia melakukannya mengingat lokasi untuk operasional sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variable. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.Tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimumkan keuntungan lokasi perusahaan. Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi:
  1. Tidak pindah, tetapi meluaskan fasilitas yang ada
  2. Mempertahankan lokasi yang sekarang, selagi menambah fasilitas lain di tempat lain
  3. Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain
Pada umumnya keputusan lokasi merupakan keputusan jangkja panjang, susah sekali untuk direvisi, mempunyai efek pada biaya tetap maupun variable seperti biaya transportasi, pajak, upah, sewa dan lain-lain. Dengan kata lain tujuan strategi lokasi adalah mamaksimumkan manfaat lokasi bagi perusahaan.
C.    Keputusan strategi lokasi dan tataletak
Memilih lokasi menjadi semakin rumit dengan adanya globalisasi tempat kerja, yang terjadi karena adanya pembangunan:
  • Ekonomi pasar
  • Komunikasi internasional yang lebih baik
  • Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat diandalkan
  • Kemudahan perpindahan arus modal antar negara
  • Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi
Selain globalisasi, masih ada sejumlah faktor lain yang mempengaruhi keputusan lokasi. Diantaranya, produktivitas tenaga kerja, valuta asing dan perubahan sikap terhadap industri, serikat kerja, penetapan zona, polusi, pajak, dan sebagainya. Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.


  1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi keberhasilan dan kesuksesan sebuah bisnis pada suatu pasar usaha yang. Namun hal tersebut belum menjadi ukuran final dalam penentu kesuksesan sebuah bisnis.
  1. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu dicermati bagaimana penghasilan penduduk di suatu trade area tertentu. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki
  1. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan shopping centre atau sentra perdagangan. Banyaknya usaha pada suatu lokasi juga dapat mempengaruhi bisnis yang akan di tetapkan. Bergantung kepada tipe bisnis seperti apa yang berada pada area tersebut.
  1. Tempat
Ada beberapa tipe tempat dapat dijadikan pilihan untuk suatu usaha atau bisnis. Tempat-tempat tersebut seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Kebanyakan suatu usaha memiliki tempat tersendiri dalam penempatan lokasinya. Contohnya saja Circle-K yang lebih cocok berada di kawasan perumahan daripada di tempat kawasan industry.
  1. Jumlah Traffic
Banyaknya aktifitas kendaraan atau orang-orang yang berada pada suatu lokasi juga mempengaruhi suatu usaha. Banyaknya aktifitas-aktifitas tersebut membuktikan bahwa lokasi tersebut sering dilalui banyak yang melewati tempat tersebut. Kemudian akses lokasi juga perlu diperhatikan sehingga memudahkan orang-orang untuk memasuki area usaha itu.
  1. Pusat keramaian
Sama dengan point di atas, jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.
  1. Akses karyawan
Jarak usaha dengan akses usaha juga perlu diperhatikan. Apabila usaha yang jarak tempuhnya sangat jauh dari tempat tinggal karyawan akan menjadi kontra produktif buat seorang karyawan. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama.
  1. Zona
Jika lokasi yang dipilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha, sebaiknya tidak dipaksakan. Contohnya saja zona industri dibangun sebuah usaha carefour. Hal seperti ini dapat mengurangi
  1. Kompetisi
Pertimbangan mengenai tingkat kompetisi usaha juga perlu. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis untuk ditetapkan sebagai lokasi bisnis atau usaha.
  1. Appearance
Keamanan, kredibilatas, harga sewa, kenyamanan serta keamanan suatu lokasi juga dapat mempengaruhi suatu usaha. Kondisi lingkungan sekitar bisnis juga perlu diperhatikan. Jika lokasi tersebut memenuhi criteria itu, maka memungkinkan penempatan lokasi usaha. Hal ini juga memungkinkan usaha yang dijalankan dapat menarik dan menjaring pasar di daerah sekitar. Karena dalam suatu kasus tertentu, karena lokasi usaha yang memenuhi criteria ini dibutuhkan oleh pasar lain. Contohnya saja, suatu mall dapat menarik pasar real estate untuk melakukan pembangunan di sekitarnya.
Disamping kriteria diatas, berikut kriteria demografik lainnya dalam memilih lokasi paling startegis dalam penempatan suatu usaha. Diantara lain adalah:
  • Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
  • Jumlah kepala keluarga, baik penduduk yang bekerja kantoran ataupun jumlah penduduk yang berpendidikan serta
  • Rata-rata income dari setiap keluarga maupun individu pada suatu lokasi, karena presentasenya akan mempengaruhi kategori jumlah konsumen potensial suatu usaha.
  • Jumlah penduduk, baik pria maupun wanita. Jumlah tersebut akan mempengaruhi target persentase pasar usaha.
Saat ini banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk membuka kantor,pabrik,toko eceran, atau bank yang baru di luar Negara mereka. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas negara.
Urutan keputusan lokasi sering dimulai dengan pemilihan di negara mana perusahaan akan beroperasi. Satu pendekatan untuk memilih sebuah negara adalah dengan mengidentifikasi apa yang diyakini oleh organisasi pusat sebagai factor penunjang keberhasilan (critical success factor-CSFs) yang diperlukan untuk mencapai keunggulan bersaing. Enam kemungkinan CSFs suatu negara diantaranya:
  1. Risiko politik, peraturan, sikap, dan insentif pemerintah
  2. Permasalahan budaya dan ekonomi
  3. Lokasi pasar
  4. Ketersediaan, sikap, produktivitas, dan upah tenaga kerja
  5. Ketersediaan pasokan, komunikasi, dan energy
  6. Risiko nilai tukar dan mata uang
Setelah perusahaan memutuskan negara mana yang paling baik untuk lokasinya, selanjutnya perusahaan memusatkan perhatian pada sebuah daerah dan komunitas dari negara yang dipilih. Beberapa pertimbangannya yaitu:
  1. Keinginan perusahaan
  2. Segi-segi yang menarik dari daerah tersebut (budaya,pajak,iklim, dan lain-lain)
  3. Ketersediaan dan upah tenaga kerja, serta sikap mereka terhadap serikat pekerja
  4. Biaya dan ketersediaan layanan umum
  5. Peraturan lingkungan hidup setempat
  6. Insentif dari pemerintah
  7. Kedekatan kepada bahan mentah dan pelanggan
  8. Biaya tanah/pembangunan
Langkah akhir dari proses keputusan lokasi adalah memilih lokasi khusus dalam satu komunitas. Perusahaan harus memilih satu lokasi yang paling sesuai untuk pengiriman dan penerimaan, batas zona, layanan umum, ukuran, dan biaya. Factor yang mempengaruhinya, yaitu:
  1. Ukuran dan biaya lokasi
  2. System transportasi udara, kereta, jalan bebas hambatan, dan transportasi air lain
  3. Pembatasan daerah
  4. Kedekatan kepada jasa/pasokan yang dibutuhkan
  5. Permasalahan dampak lingkungan hidup
Selain globalisasi, sejumlah factor lain juga mempengaruhi keputusan lokasi, diantaranya: produktivitas tenaga kerja, valuta asing, budaya, perubahan sikap terhadap industry, juga kedekatan terhadap pasar, pemasok, dan pesaing.
PENTINGNYA DESAIN TATA LETAK
Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrikialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksiyang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman,dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerjadan Performance dari operator. Lebih spesifik lagi tata letakyang baik akan dapat memberikan keuntungan-keuntungan dalam sistem produksi, yaitu antara lainsebagai berikut:
  1. Menaikkan output produksi.Suatu tata letak yang baik akan memberikankeluaran ( output) yang lebih besar atau lebih sedikit,man hours yang lebih kecil, dan mengurangi jamkerja mesin (machine hours).
  2. Mengurangi waktu tunggu (delay) Mengatur keseimbangan antara waktu operasiproduksi dan beban dari masing-masing departemenatau mesin adalah bagian kerja dari mereka yangbertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik.Pengaturan tata letak yang terkoordinir dan terencanabaik akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay) yangberlebihan.
  3. Mengurangi proses pemindahan bahan (materialhandling) Proses perencanaan dan perancangan tata letakpabrik akan lebih menekankan desainnya pada usaha-usaha memindahkan aktivitas–aktivitas pemindahanbahan pada saat proses produksi berlangsung
  4. Penghematan penggunaan areal untuk produksi,gudang dan service,  Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara mesin–mesin yang berlebihan, dan lain–lain semuanya akan menambah area yang dibutuhkan untuk pabrik.Suatu perencanaan tata letak yang optimal akanmencoba mengatasi segala masalah pemborosanpemakaian ruangan ini dan berusaha untuk mengkoreksinya.
  5. Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian mesin,tenaga kerja, dan fasilitas produksi lainnya.Faktor–faktor pemanfaatan mesin, tenaga kerja, dan lain–lain adalah erat kaitannya dengan biaya produksi.Suatu tata letak yang terencana baik akan banyakmembantu pendayagunaan elemen–elemen produksisecara lebih efektif dan lebih efisien sebagai berikutnya:
    1. Mengurangi inventory in process Sistem produksi pada dasarnya menghendakisedapat mungkin bahan baku untuk berpindah darisuatu operasi langsung ke operasi berikutnya secepat–cepatnya dan berusaha mengurangi bertumpuknya bahan setengah jadi (material in process).Problem ini terutama bisa dilaksanakan dengan mengurangi waktu tunggu (delay) dan bahan yang menunggu untuk segera diproses
    2. Proses manufacturing yang lebih singkat Dengan memperpendek jarak antara operasi satudengan operasi berikutnya dan mengurangi bahan yangmenunggu serta storage yang tidak diperlukan makawaktu yang diperlukan dari bahan baku untukberpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalampabrik dapat diperpendek sehingga secara total waktu produksi akan dapat pula diperpendek.
    3. Mengurangi resiko bagi kesehatan dan keselamatankerjaPerencanaan tata letak pabrik adalah juga ditujukanuntuk membuat suasana kerja yang nyaman dan amanbagi mereka yang bekerja didalamnya. Hal–hal yang bisa dianggap membahayakan bagi kesehatan dankeselamatan kerja dari operator haruslah dihindari.
    4. Memperbaiki moral dan kepuasan kerjaPada dasarnya orang menginginkan untuk bekerjadalam suatu pabrik yang segala sesuatunya diatursecara tertib, rapi dan baik. Penerangan yang cukup,sirkulasi yang enak, dan lain–lain akan menciptakansuasana lingkungan kerja yang menyenangkansehingga moral dan kepuasan kerja akan dapat lebihditingkatkan. Hasil positif dari kondisi ini tentu saja berupa performance kerja yang lebih baik dan menjuruskearah peningkatan produktivitas kerja
    5. Mempermudah aktivitas supervise Tata letak pabrik yang terencana baik akan dapatmempermudah aktivitas supervise Dengan meletakkankantor atau ruangan diatas, maka seorang supervisor  akan dapat dengan mudah mengamati segala aktivitasyang sedang berlangsung diarea kerja yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawabnya.
    6. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuranMaterial yang menunggu, gerakan pemindahanyang tidak perlu, serta banyaknya perpotongan (intersection) dari lintas yang ada akan menyebabkankesimpangsiuran yang akhirnya akan membawa kearahkemacetan. Dengan memakai material secara langsungdan secepatnya, serta menjaganya untuk selalubergerak, maka labor cost akan dapat dikurangi sekitar 40% dan yang lebih penting hal ini akan mengurangiproblema kesimpangsiuran dan kemacetan didalamaktivitas pemindahan bahan.Layout yang baik akan memberikan luasan yang cukup untuk seluruh operasiyang diperlukan dan proses bisa berlangsung mudahdan sederhana.
Mengurangi faktor yang bisa merugikan danmempengaruhi kualitas dari bahan baku atau punproduk jadi.Tata letak yang direncanakan secara baik akan dapatmengurangi kerusakan–kerusakan yang bisa terjadipada bahan baku ataupun produk jadi. Getaran–getaran, debu, panas, dan lain–lain dapat secara mudahmerusak kualitas material ataupun produk yangdihasilkan.
JENIS TATA LETAK
  1. Tata letak posisi tetap
Tipe tata letak ini digunakan dalam perusahaan manufaktur dan jasa dengan lokasi yang tetap,sementara karyawan dan pelaratan di datangkan kelokasi tersebut. Tata letak posisi tetap digunakan apabila produk yang dihasilkan sulit di bawah, seperti gedung, lokomotif bendungan.
  1. Tata letak yang berorientasi proses
Tata letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat menangani beragam barang atau jasa secara bersamaan. Ini merupakan cara tradisional untuk mendukung sebuah strategi diferensiasi produk. Tata letak ini paling efisien di saat produk yang memiliki persyaratan berbeda, atau di saat penanganan pelanggan, pasien atau klien dengan kebutuhan yang berbeda. Tata letak yang berorientasi pada proses biasanya memiliki strategi volume rendah dengan variasi tinggi.
Dalam perancangan tata-letak berorientasi proses, taktik yang paling umum adalah mendekatkan departemen-departemen yang mempunyai interaksi tinggi sehingga meminimumkan biaya penanganan material.
Kelebihan dan Kelemahan Tata Letak Berorientasi Pada Proses
Kelebihan utama dari tata letak ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Sebagai contoh, jika terjadi kerusakan pada satu mesin, proses produksi secara keseluruhan tidak perlu berhenti; pekerjaan dapat dialihkan pada mesin lain dalam departemen yang sama. Tata letak ini juga sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot, dan untuk memproduksi beragam komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.
Kelemahan tata letak ini terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena penjadwalan yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik. Sebagai tambahan, peralatan yang memiliki kegunaan umum, membutuhkan tenaga kerja yang terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena adanya pelatihan dan pengalaman yang dibutuhkan, dan jumlah barang setengah jadi yang tinggi membutuhkan modal yang lebih banyak.
  1. Tata letak kantor
Adalah cara mengelompokkan pekerja, perlengkapan pekerja, dan ruang dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, dan pergerakan informasi. Hal yang membedakan antar layout kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi. Tata letak dan fungsi kantor terus berubah akibat perubahan teknologi. Walaupun begitu, analisis tata letak kantor masih memerlukan pendekatan berbasis tugas, korespondensi lewat kertas, kontrak, dokumen hukum, dokumen klien, naskah cetak, gambar, dan desain masih memegang peraan besar di banyak kantor.
Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa diagram hubungan (relationship chart). Diagram yang disiapkan untuk sebuah kantor desainer produk menyatakan kepala bidang pemasaran haruslah:
(1) dekat dengan wilayah desainer,
(2) kurang dekat dengan sekretaris pusat,
(3) tidak dekat sama sekali dengan ruang fotokopi atau departemen keuangan. Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan. Pertama, teknologi seperti telepon seluler, pager, fax, internet, laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. Kedua, perusahaan modern menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor.
  1. Tata letak toko retail (enceran)
Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen.  Layout ini didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. Penelitian membuktikan bahwa semakin besar produk terlihat oleh konsumen maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi semakin tinggi. Untuk itu manajer operasional perusahaan ritel dapat melakukan pengubahan pengaturan toko secara keseluruhan atau alokasi tempat bagi beragam produk dalam toko. Ada lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu:
  1. Tempatkan barang-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko.
  2. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai keuntungan besar seperti kosmetika, asesories.
  3. Distribusikan “produk kuat” yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung berbelanja, pada kedua sisi lorong dan letakkan secara tersebar untuk bisa dilihat lebih banyak konsumen.
  4. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat pertontonan yang tinggi
  5. Sampaikan misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama bagi konsumen.
  1. Tata letak pergudangan dan penyimpanan
Storage atau warehouse atau inventory adalah gudang penyimpanan untuk tempat menyimpan material baik bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap dikirim ke pelanggan. Sebagian besar material disimpan di gudang di lokasi tertentu sampai material tadi diperlukan dalam proses produksi. Bentuk gudang tergantung ukuran dan kuantitas komponen dalam persediaan dan karakter sistem penanganan bahan dari produk atau kontainer yang digunakan.



D.    Pengertian Manajemen Persediaan (Inventory Management) 
            Pengendalian persediaan atau Inventory Control merupakan salah satu fungsi  yang sangat penting dalam manajemen, khususnya pada manajemen produksi dan operasi. Persediaan yang berlebihan akan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi seperti biaya beban bunga pinjaman, biaya penyimpanan, risiko kerusakan pada persediaan. Sedangkan persediaan yang tidak cukup akan menyebabkan terhambatnya kelancaran produksi sehingga memiliki risiko hilangnya penjualan dan ketidakpuasan pelanggan akibat produk yang diinginkannya tidak dapat diterima pada waktu yang tepat. Manajemen Persediaan yang baik adalah Manajemen persediaan yang dapat menjaga keseimbangan antara investasi persediaan dengan tingkat pelayanan kepada konsumen.
Fungsi inventory
  1. Memisahkan berbagai material untuk proses produksi
  2. Menyediakan material untuk pilihan pelanggan
  3. Mengambil keuntungan diskon
  4. Menjaga pengaruh inflasi
PENGEMBANGAN PRODUK BARU
Penciptaan produk baru meliputi 3 hal yaitu:
1.      Produk yang sama sekali baru dan belum pernah ada merupakan masalah ynag paling kompleks dan mengandung resiko yang paling besar pula.
2.      Perubahan desain (redesign) untuk mengantisipasi kejenuhan pasar dan untuk memperbaharui model agar selalu tampak “up to date”
3.      Pembungkusan (packaging) yang seringkali konsumen justru tertarik pada produk yang memiliki bungkus yang lebih menarik dari pada produk yang sama tetapi bungkusnya jelek.
4.      Strategi pengembangan produk baru, dalam hal ini terdapat 2 cara yang dapat ditempuh oleh perusahaan untuk mendapatkan produk baru. Cara pertama yaitu melalui perolehan (aquistion) dengan cara membeli suatu perusahaan. Sedangkan cara yang kedua dengan jalan mengembangkan produk baru (new product development) melalui pembentukan bagian penelitin dan pengembangan produk dalam perusahaan yang bersangkutan.
Produk baru dapat diartikan senagai berikut :
a.       Produk asli yaitu betul-betul produk baru,
b.      Produk yang disempurnakan,
c.       Produk yang dimodifikasi dan
d.      Prodk dengan merek baru.
Alasan-alasan kegagalan suatu produk di pasar pada umumnya sebagai berikut :
·         Eksekutif tingkat tinggi mungkin memaksakan gagasan produk baru, walaupun menurut hasil riset produk tersebut tidak menguntungkan untuk dikembangkan.
·         Gagasan produk baik, tetapi pengestimasiannya terlalu tinggi.
·         Produk yang dihasilkan/ dirancang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
·         Strategi pemasarannya tidak tepat, yaitu tidak dibarengi denganiklan yang efektif dan kemugkinan harga ditetapkan terlalu tinggi.
 Biaya pengembangan produk terlalu tinggi dariyang diperkirakan dan para psaing menyerang balik denga lebih gencar.
  Dalam masa depan pengembangan produk baru yang berhasil saat ini, belum tentu akan berhasil di masa depan karena hal-hal-berikut :
-          Kekurangan gagasan pokok baru yang penting
-          Pasarnya mungkin terpecah-pecah, karena tajamnya persaingan
-          Meningkatnya kendala, baik yang berasal dari peraturan pemerintah maupun yang berasal dari norma sosial
-          Mahalnya pengembangan produk baru
-          Kekurangan modal
-          Pendeknya umur siklus produk yang berhasil tersebut atau dengan kata lain produk cepat menjadi kuno (out of date)




BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan


Pelaksanaan kegiatan manajemen merupakan tanggung jawab seorang manajer diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab lebih besar dari pada apa yang dia dapat lakukan sendiri. Sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi, sedangkan manajer produksi dan operasilah yang akan menentukan keberhasilan organisasi perusahaan sebagai produsen yang baik, selanjutnya keberhasilan usaha suatu perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya ditentukan oleh kemampuan manajer produksi dan operasi, serta kemampuan manajer pemasaran dan manajer keuangan disamping kemampuan majemen puncak atau direksi untuk menciptakan hasil sinergi dari seluruh kegiatan bersama perusahaan.

Find us on Facebook

SITE MENU

Diberdayakan oleh Blogger.