KATA PENGANTAR
Segala Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Kasih
dan Penyertaan-Nya sehigga saya dapat
menyelesaikan makalah “Manajemen
Proyek Industri”. Tidak lupa juga saya mengucapkan banyak terima kasih
kepada dosen pembimbing dan teman– teman yang terlibat dalam pembuatan makalah
ini.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan agar
dalam pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi. Harapan saya, Semoga
makalah ini dapata bermanfaat bagi banyak orang.
Sorong, 19
Juni 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. Latar belakang........................................................................................ 1
B. Maksud & tujuan................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN............................................................................ 2
A.
Manajemen produksi dan operasi........................................................... 2
B. Keputusan strategi produk dan proses................................................... 6
C. Keputusan strategi lokasi dan tataletak............................................... 10
D. Manajemen daan pengendalian persediaan........................................... 20
BAB III PENUTUP .................................................................................. 22
A.
Kesimpulan ......................................................................................... 22
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seperti di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian
yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka manajemen produksi dan operasi merupakan proses pengambilan keputusan
didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat sasaran yang
berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh
karena itu manajemen produksi dan operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam
fungsi produksi dan operasi.
Pelaksanaan kegiatan
manajemen merupakan tanggung
jawab seorang manajer diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab lebih
besar dari pada apa yang dia dapat lakukan sendiri. Sehingga membutuhkan
bantuan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi, sedangkan manajer produksi
dan operasilah yang akan menentukan keberhasilan organisasi perusahaan sebagai
produsen yang baik, selanjutnya keberhasilan usaha suatu perusahaan dalam
mencapai tujuan dan sasarannya ditentukan oleh kemampuan manajer produksi dan
operasi, serta kemampuan manajer pemasaran dan manajer keuangan disamping
kemampuan majemen puncak atau direksi untuk menciptakan hasil sinergi dari
seluruh kegiatan bersama perusahaan.
B. Maksud dan Tujuan.
1.
Memenuhi tugas mata kuliah manajemen proyek industri.
2.
Memahami dan menguasai materi – materi di mata kuliah manajemen proyek industri.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Manajemen produksi dan operasi.
Istilah produksi dan operasi sering dipakai dalam suatu organisasi yang
menghasilkan keluaran output, baik berupa barang maupun jasa. Secara umum
produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan
masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dengan dasar
pengertian itu, di dalam kegiatan menghasilkan barang atau jasa, dapat diukur
kemampuan menghasilkan atau transformasinya, yang sering dikenal dengan apa
yang disebut dengan produktivitas untuk setiap masukan (input) yang dipergunakan, kecuali bahan.
Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan
yang menghasilkan barang, baik barang jadi, barang setengah jadi, bahan
industri, suku cadang, dan komponen. Karena adanya batasan pengertian produksi
dalam arti sempit, maka dipergunakanlah istilah produksi dan operasi, sehingga
mencakup pembahasan dalam arti luas untuk kegiatan masukan (inputs) menjadi keluaran (output) yang berupa barang atau jasa.
Pengertian produksi dan operasi dalam ekonomi adalah merupakan kegiatan
yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan dan menambah kegunaan atau
utilitas suatu barang atau jasa. Yang terkait dalam pengertian produksi dan
operasi adalah penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk
dan tempat, sehingga membutuhkan faktor-faktor produksi. Dalam ilmu ekonomi
faktor-faktor produksi terdiri atas tanah atau alam, modal, tenaga kerja, dan
keterampilan manajerial (managerial
skills)serta keterampilan teknis dan teknologi.
a. Pengertian
Manajemen Produksi Dan Operasi
Manajemen adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan
dengan menggunakan atau mengkordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Dalam
pengertian ini terdapat tiga unsur penting, yaitu adanya orang lebih dari satu,
adanya tujuan yang ingin dicapai, dan orang yang bertanggung jawab akan
tercapainya tujuan tersebut.
Manajemen produksi dan operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkordinasikan
penggunaan sumber-sumber daya yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat
dan sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan efisien, untuk menciptakan
dan menambah kegunaan (utility)sesuatu
barang atau jasa. Dari uraian di atas, dapatlah dinyatakan bahwa manajemen
produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian
sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau
jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Sasaran dari organisasi itu antara lain adalah untuk mempeoleh tingkat laba
tertentu atau memaksimalisasi laba, memberikan pelayanan dengan tingkat
pelayanan yang baik, serta berupaya dan berusaha untuk menjamin eksistensi dari
organisasi tersebut.
Ada dua permasalahan yang penting dalam peningkatan produktivitas, yaitu:
pertama, produktivitas baru meningkat bila terdapat peningkatan kondisi kerja
dari kondisi yang kurang baik menjadi kondisi yang lebih baik. Kedua, beberapa
hasil peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara
keseluruhan, karena hasil tersebut hanya terkait dengan perbaikan pada bidang
tertentu saja, sedangkan bidang yang lainnya mungkin tetap tidak terpengaruh.
Manajer produksi dan
operasi dalam mengatur dan mengkordinasikan penggunaan sumber-sumber daya,
perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk
mencapai tujuan, agar barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuai dan
tepat dengan apa yang diharapkan, yaitu tepat mutu (kualitas), tepat jumlah
(kuantitas) dan tepat waktu yang direncanakan, serta dengan biaya yang rendah.
b. Pengambilan
Keputusan Dalam Manajemen Produksi Dan Operasi
Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memudahkan proses pemilihan
alternatif atau penggunaan peralatan analisis, bagi penentuan keputusan,
sehingga dapat diketahui bagaimana keputusan-keputusan yang rasional harus
diambil, dan dengan demikian dapat ditentukan dan disusun rencana-rencana logis
dari keputusan-keputusan yang diambil atas dasar peralatan ilmu pengetahuan dan
matematika atau analisis kuantitatif serta kenyataan yang terjadi.
Dilihat dari kondisi atau keadaan dari keputusan yang harus diambil, maka
terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu:
a. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang pasti
b. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
c. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainly)
d. Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Dalam kerangka kerja pengambilan keputusan, bidang produksi dan operasi
mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu: proses, kapasitas,
persediaan, tenaga kerja, dan mutu atau kualitas. Masing-masing kerangka
tanggung jawab keputusan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Proses
Keputusan-keputusan
dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk
memproduksikan produk berupa barang atau jasa. Keputusan mencakup jenis
peralatan dan teknologi, arus dari proses, tata letak (lay out) dari peralatan dan seluruh aspek dari
fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan. Banyak keputusan tentang proses ini
merupakan keputusan jangka panjang dan tidak dapat dengan mudah diubah atau
direvisi.
b. Kapasitas
Keputusan
kapasitas dimaksudkan untuk memberikan besarnya jumlah kapasitas yang tepat dan
penyedian pada waktu yang tepat.
c. Persediaan
Manajer
persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi dan operasi,
mengenai apa yang dipesan, berapa banyak yang dipesan, dan kapan pemesanan
dilakukan.
d. Tenaga kerja
Dalam menajemen
produksi dan operasi, pengelolaan tenaga kerja atau sumber daya manusia
merupakan bidang keputusan yang sangat penting. Hal ini karena tidak akan
terjadi proses produksi dan operasi tanpa adanya orang atau tenaga kerja yang
mengerjakan.
e. Mutu atau kualitas
Fungsi produksi
dan operasi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap
mutu atau kuliatas dari barang atau jasa yang dihasilkan.
c. Ruang
Lingkup Manajemen Produksi Dan Operasi
Manajemen Produksi dan operasi seprti yang telah dibahas pada oint
sebelumnya setidaknya mengajarkan kita bagaimana utuk mencapai suatu tujuan
dengan perencanaan dan keberhasilan rencana yang telah kita rancang. Untuk itu,
dalam manajemen produksi dan operasi terdapat:
a. Seleksi dan rancangan atau desain
hasil produksi.
b. Seleksi dan perancangan proses dan
peralatan.
c. Pemilihan lokasi dan site perusahaan
dan unit produksi.
d. Rancangan tata letak (layout) dan arus
kerja atau proses.
e. Strategi produksi dan operasi serta
pemilihan kapasitas.
Penambahan dalam
pengoperasian sistem produksi dan operasi akan mencakup:
a. Penyusunan rencana produksi dan
operasi.
b. Perencanaan dan pengendalian
persediaan dan pengadaan bahan.
c. Pemeliharaan atau perawatan
(maintenance) mesin dan peralatan.
d. Pengendalian mutu.
e. Manajemen tenaga kerja (Sumber Daya
Manusia)
d.
Perananan manajer operasi dan produksi
Manajemen Produksi dan Operasi menawarkan kesempatan profesi sebagai
contoh : direktur operasi, direktur
pabrik, manajer operasi, manajer pengawasan produk, manajer lapang, asisten
manajer, dan lain sebagainya. Beberapa tugas yang harus dilakukan oleh Manajer
Operasi adalah :
1.
Menentukan dan mengatur letak lahan pertanian dengan
letak pabrik penanganan pasca panen
2.
Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan
mesin yang efisien agar tidak menyita waktu dalam gerakan
3.
Melakukan pemeliharaan peralatan di lahan pertanian dan
pabrik agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi
4.
Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki
proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang
rendah
5.
Menentukan input yang akan dibuat atau dibeli
6.
Menentukan atau memperbaiki jadwal kegiatan usahatani
atau kegiatan proses produksi pasca panen
7.
Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan
tenaga kerja baik di lapang maupun di kantor
8.
Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan
pemborosan
9.
Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu
proses
10.
Dan lain-lain
Kegiatan yang
demikian banyaknya, maka peran dari manajer operasional sangatlah strategis
dalam menciptakan sistem produksi yang ampuh untuk membuat produk secara
efisien
B.
. Keputusan strategi produk dan proses
Strategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu
perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkannya dan juga berhubungan
pula dengan hal-hal lain atau atribut lain yang melekat pada produk tersebut.
Hanya dengan kepuasaan konsumen maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan,
jadi kepusaan konsumen haruslah menjadi dasar utama bagi perencanaan strategi
produk. Dengan demikian produsen atau penjual harus menyediakan produk yang
sesuai dengan keinginan konsumen. Suatu atribut produk dapat membedakan antara
satu produk yang dipasarkan oleh perusahaan yang satu dengan produk yang sama
yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Strategi produk yang telah dilaksanakan
oleh suatu perusahaan haruslah selalu dievaluasi apakah atribut-atributnya
betul-betul sudah cocok atau sesuai dengan selera serta keinginan konsumen yang
mana akan selalu mengalami pergeseran serta pekembangan. Strategi produk yang
tepat akan menempatkan perusahaan dalam suatu posisi persaingan yang lebih
unggul dari para pesaingnya yang disebabkan karena strategi produk yang tepat
akan menciptakan kondisi bahwa produk yang dipasarkan itu akan dapat menjual
dirinya sendiri. Oleh karena itu maka strategi produk haruslah dilaksanakan
dangan seoptimal mungkin sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh
perusahaan.
Produk adalah segala sesuatu yang diharapkan yang dapat memenuhi
kebutuhan manusia ataupun organisasi. Produk yang berhasil berarti produk yang
dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dan keinginan atau selera konsumennya.
Sebaliknya produk yang gagal adalah produk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
serta selera konsumennya. Keberhasilan suatu produk diukur dari kemampuan
produk itu untuk memenuhi kebutuhan sejumlah manusia yang cukup luas. Jadi
dengan kata lain harus mampu memperoleh keberhasilan ekonomis yang tinggi. Suatu
produk yang baru yang akan berhasil serta akan mulai diperkenalkan atau
dilansir (lounching the new product) haruslah direncankan dengan teliti agar
nantinya dapat menjadi produk yang berhasil. Keberhasilan itu akan sangat
ditentukan oleh sifat-sifat yang terkandung dalam produk tersebut baik sifat
yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Sifat-sifat produk tersebut
merupakan komponen-komponen yang membentuk disebut dengan atribut produk, yang
dapat berupa bentuknya yang manis, daya tahannya yang tinggi, warnanya yang
menarik, ataupun mereknya yang sudah terkenal bahkan bisa saja berupa pelayanan
purna jual yang berupa service atau reparasinya dsb. Keberhasilan dari suatu
produk baru yang mulai diperkenalkan atau diintroduksikan di pasar dapat memakan
waktu yang lama akan tetapi ada pula yang cepat dikenal dan disenangi konsumen.
Perjalanan hidup suatu produk
dari mulai diperkenalkan sampai mati itu disebut “siklus hidup produk” atau
“daur hidup produk” atau “product life cycle”.
Perusahaan yang berusaha memasarkan bermacam-macam produk sering disebut
menjalankan “product portfolio” atau “portofolio produk”. Produk dapat mencakup
benda fisik, jasa, prestise, tempat, organisasi ataupun idea. Berdasarkan atas
pengertian produk diatas , maka terdapat 3 aspek dari produk yang perlu
diperhatikan agar memudahkan dalam mempelajari strategi produk antara lain:
1. Produk inti (core product)
Produk inti
merupakan manfaat inti yang ditampilkan oleh suatu produk kepada konsumen dalam
memenuhi kebutuhan serta keinginannya. Dengan kata lain manfaat produk yang
diharapkan itulah yang merupakan produk inti, dengan demikian tugas utama
pemasaran adalah menjual manfaat inti dari produk yang dipasarkannya.
Masing-masing produk memiliki produk inti atau manfaat inti sendiri-sendiri.
Dalam membahas masalah produk inti dapat menghubungkannya dengan suatu konsep
yang dikenal sebagai konsep “ GENERIC PRODUCT “ atau “ PANGKAL PRODUK “ yang merupakan manfaat utama atau
pangkal manfaat dari suatu produk. Suatu produk mungkin memberikan
manfaat-manfaat tambahan yang lain lagi kepada konsumen.
2. Produk yang diperluas ( augmented
product)
Mencakup
berbagai tambahan manfaat yang dapat dinikmati oleh konsumen dari produk inti
yang dibelinya yang dapat berupa pemasangan instalasi, pemeliharaan, pemberian
garansi serta pengirimannya. Semakin banyak manfaat yang ditambahkan yang
terkandung dalam suatu produk akan menjamin keberhasilan produk tersebut
dipasarkan. Perluasan manfaat suatu produk dapat dilakukan dengan memahami serta
kemudian menerapkan suatu konsep yang disebut konsep “GENERIC NEED” atau
“PANGKAL KEBUTUHAN” adalah
manfaat riil yang dibutuhkan dan diharapkan oleh pembeli terhadap produk yang
dibelinya itu.
3. Produk formal (formal product)
Produk yang
merupakan penampilan atau perwujudan dari produk inti maupun perluasan produk.
Produk formal inilah yang lebih dikenal oleh kebbanyakan pembeli sebagai daya
tarik yang tampak langsung atau tangible offer dimata konsumen. Dalam hal ini
ada 5 komponen yang terdapat pada produk formal yaitu :
·
Desain / bentuk / coraknya.
·
Daya tahan / mutunya.
·
Daya tarik / keistimewaan.
·
Pengemasan
/ bungkus.Nama merk / brand name.
DAUR HIDUP
PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE)
1. Tahap Perkenalan
Pada masa ini
produk tersebut baru diperkenalkan oleh pengusaha kepada masyarakat. Pada masa/tahap perkenalan ini tentu saja akan
berlangsung lama karena memang sukar untuk memperkenalkan suatu produk kepada
konsumen sehingga masyarakat akan menjadi kenal dengan produk tersebut.
Seringkali produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat akan tetapi tidak
banyak anggota masyarakat yang mengetahui akan kehadiran produk tersebut
sehingga yang mengenalnya hanya sebagian kecil masyarakat.
2. Tahap Pertumbuhan
Setelah banyak
anggota masyarakat yang mengenal akan produk itu maka diharapkan masyarakat
tersebut akan menjadi menyenangi produk tersebut dan apabila hal ini terjadi
maka produk produk tersebut akan berada pada tahap pertumbuhan. Tahap ini
ditandai dengan adanya jumlah penjualan yang meningkat terhadap produk
tersebut, itulah sebabnya lalu disebut sebagai thap perkembangan atau tahap
pertumbuhan. Pada tahap ini ditandai atau mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
· Para pemakai awal mengadakan pembelian
ulang dan diikuti oleh pembeli-pembeli potensial
· Tingkat laba tinggi, sehingga menarik
pesaing masuk dalam bisnis. Pesaing biasanya membuat produk dengan cirri khas.
· Harga tetap atau naik sedikit, karena
naiknya permintaan dengan pesat
· Biaya promosi tetap atau sedikit naik
untuk melawan pesaing atau mendidik pasar
· Penjualan meningkat secara tajam,
sehingga jumlah laba besar
· Biaya produksi per unit turun berkat
pengaruh kurva pengalaman
Pada dasarnya suatu perusahaan ingin mencapai pertumbuhan pasar secepat
mungkin. Untuk tujuan itu ada beberapa strategi yang dapat digunakan yaitu:
· Penyempurnaan mutu, model dan cirri
khas produk baru
· Memasuki segmen pasar dan saluran
distribusi yang baru
· Perusahaan mengalihkan pesan iklannya
dari sekedar kesadaran konsumen menjadi keyakinan dan pembelian produk oleh
konsumen
· Menurunkan harga, untuk menarik
pembeli yang peka terhadap perubahan harga. Salah
satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana
mereka akan menempatkan kegiatan operasional mereka, maka keputusan yang harus
diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi. Lokasi
yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi sebuah perusahaan yangdapat
memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan
strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan.
Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana
mereka harus menempatkan operasi mereka. Aspek Internasional keputusan ini
adalah sebuah indikasi bahwa keputusan lokasi bersifat global. Lokasi sangat
mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi sangat
mempengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Sebagai
contoh, biaya transportasi saja bisa mencapai 25% harga jual produk (tergantung
kepada produk dan tipe produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berarti
bahwa seperempat total pendapatan perusahaan mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup
biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari
perusahaan. Biaya lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi antara lain adalah
pajak, upah, biaya bahan mentah, dan sewa. Lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan
untuk membuat (atau menghancurkan) strategi bisnis sebuah perusahaan. Kerja
keras yang dilakukan manajemen untuk menetapkan lokasi fasilitas yang optimal
merupakan investasi yang baik. Keputusan lokasi sering bergantung pada tipe
bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya
adalah strategi untuk meminimalkan biaya, sedangkan untuk bisnis eceran dan
jasa professional, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan
pendapatan.
Sejumlah perusahaan di dunia
melakukannya mengingat lokasi untuk operasional sangat mempengaruhi biaya, baik
biaya tetap maupun biaya variable. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan
keuntungan perusahaan secara keseluruhan.Tujuan strategi lokasi adalah untuk
memaksimumkan keuntungan lokasi perusahaan. Pilihan-pilihan yang ada dalam
lokasi meliputi:
- Tidak pindah, tetapi meluaskan fasilitas yang ada
- Mempertahankan lokasi yang sekarang, selagi menambah
fasilitas lain di tempat lain
- Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain
Pada umumnya keputusan lokasi
merupakan keputusan jangkja panjang, susah sekali untuk direvisi, mempunyai
efek pada biaya tetap maupun variable seperti biaya transportasi, pajak, upah,
sewa dan lain-lain. Dengan kata lain tujuan strategi lokasi adalah
mamaksimumkan manfaat lokasi bagi perusahaan.
C. Keputusan strategi lokasi dan tataletak
Memilih lokasi menjadi semakin
rumit dengan adanya globalisasi tempat kerja, yang terjadi karena adanya
pembangunan:
- Ekonomi pasar
- Komunikasi internasional yang lebih baik
- Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat
diandalkan
- Kemudahan perpindahan arus modal antar negara
- Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi
Selain globalisasi, masih ada
sejumlah faktor lain yang mempengaruhi keputusan lokasi. Diantaranya,
produktivitas tenaga kerja, valuta asing dan perubahan sikap terhadap industri,
serikat kerja, penetapan zona, polusi, pajak, dan sebagainya. Berikut beberapa
yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.
- Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah
satu indikator besarnya potensi keberhasilan dan kesuksesan sebuah bisnis pada
suatu pasar usaha yang. Namun hal tersebut belum menjadi ukuran final dalam
penentu kesuksesan sebuah bisnis.
- Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak
linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat
sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu dicermati bagaimana
penghasilan penduduk di suatu trade area tertentu. Apakah lingkungan dekat
menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat
perbelanjaan yang Anda miliki
- Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih
merupakan shopping centre atau sentra perdagangan. Banyaknya usaha pada suatu
lokasi juga dapat mempengaruhi bisnis yang akan di tetapkan. Bergantung kepada
tipe bisnis seperti apa yang berada pada area tersebut.
- Tempat
Ada beberapa tipe tempat dapat
dijadikan pilihan untuk suatu usaha atau bisnis. Tempat-tempat tersebut seperti
mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya.
Kebanyakan suatu usaha memiliki tempat tersendiri dalam penempatan lokasinya.
Contohnya saja Circle-K yang lebih cocok berada di kawasan perumahan daripada
di tempat kawasan industry.
- Jumlah Traffic
Banyaknya aktifitas kendaraan
atau orang-orang yang berada pada suatu lokasi juga mempengaruhi suatu usaha.
Banyaknya aktifitas-aktifitas tersebut membuktikan bahwa lokasi tersebut sering
dilalui banyak yang melewati tempat tersebut. Kemudian akses lokasi juga perlu
diperhatikan sehingga memudahkan orang-orang untuk memasuki area usaha itu.
- Pusat keramaian
Sama dengan point di atas, jika
lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat
lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di
seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya
harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau
di pusat-pusat orang datang.
- Akses karyawan
Jarak usaha dengan akses usaha
juga perlu diperhatikan. Apabila usaha yang jarak tempuhnya sangat jauh dari
tempat tinggal karyawan akan menjadi kontra produktif buat seorang karyawan.
Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan
utama.
- Zona
Jika lokasi yang dipilih bukan
daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha,
sebaiknya tidak dipaksakan. Contohnya saja zona industri dibangun sebuah usaha
carefour. Hal seperti ini dapat mengurangi
- Kompetisi
Pertimbangan mengenai tingkat
kompetisi usaha juga perlu. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha
yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis
untuk ditetapkan sebagai lokasi bisnis atau usaha.
- Appearance
Keamanan, kredibilatas, harga
sewa, kenyamanan serta keamanan suatu lokasi juga dapat mempengaruhi suatu
usaha. Kondisi lingkungan sekitar bisnis juga perlu diperhatikan. Jika lokasi
tersebut memenuhi criteria itu, maka memungkinkan penempatan lokasi usaha. Hal
ini juga memungkinkan usaha yang dijalankan dapat menarik dan menjaring pasar
di daerah sekitar. Karena dalam suatu kasus tertentu, karena lokasi usaha yang
memenuhi criteria ini dibutuhkan oleh pasar lain. Contohnya saja, suatu mall
dapat menarik pasar real estate untuk melakukan pembangunan di sekitarnya.
Disamping kriteria diatas,
berikut kriteria demografik lainnya dalam memilih lokasi paling startegis dalam
penempatan suatu usaha. Diantara lain adalah:
- Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
- Jumlah kepala keluarga, baik penduduk yang bekerja kantoran
ataupun jumlah penduduk yang berpendidikan serta
- Rata-rata income dari setiap keluarga maupun individu pada
suatu lokasi, karena presentasenya akan mempengaruhi kategori jumlah
konsumen potensial suatu usaha.
- Jumlah penduduk, baik pria maupun wanita. Jumlah tersebut
akan mempengaruhi target persentase pasar usaha.
Saat ini banyak perusahaan yang
mempertimbangkan untuk membuka kantor,pabrik,toko eceran, atau bank yang baru
di luar Negara mereka. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas negara.
Urutan keputusan lokasi sering
dimulai dengan pemilihan di negara mana perusahaan akan beroperasi. Satu
pendekatan untuk memilih sebuah negara adalah dengan mengidentifikasi apa yang
diyakini oleh organisasi pusat sebagai factor penunjang keberhasilan (critical
success factor-CSFs) yang diperlukan untuk mencapai keunggulan bersaing. Enam
kemungkinan CSFs suatu negara diantaranya:
- Risiko politik, peraturan, sikap, dan insentif pemerintah
- Permasalahan budaya dan ekonomi
- Lokasi pasar
- Ketersediaan, sikap, produktivitas, dan upah tenaga kerja
- Ketersediaan pasokan, komunikasi, dan energy
- Risiko nilai tukar dan mata uang
Setelah perusahaan memutuskan
negara mana yang paling baik untuk lokasinya, selanjutnya perusahaan memusatkan
perhatian pada sebuah daerah dan komunitas dari negara yang dipilih. Beberapa
pertimbangannya yaitu:
- Keinginan perusahaan
- Segi-segi yang menarik dari daerah tersebut
(budaya,pajak,iklim, dan lain-lain)
- Ketersediaan dan upah tenaga kerja, serta sikap mereka
terhadap serikat pekerja
- Biaya dan ketersediaan layanan umum
- Peraturan lingkungan hidup setempat
- Insentif dari pemerintah
- Kedekatan kepada bahan mentah dan pelanggan
- Biaya tanah/pembangunan
Langkah akhir dari proses
keputusan lokasi adalah memilih lokasi khusus dalam satu komunitas. Perusahaan
harus memilih satu lokasi yang paling sesuai untuk pengiriman dan penerimaan,
batas zona, layanan umum, ukuran, dan biaya. Factor yang mempengaruhinya,
yaitu:
- Ukuran dan biaya lokasi
- System transportasi udara, kereta, jalan bebas hambatan, dan
transportasi air lain
- Pembatasan daerah
- Kedekatan kepada jasa/pasokan yang dibutuhkan
- Permasalahan dampak lingkungan hidup
Selain globalisasi, sejumlah
factor lain juga mempengaruhi keputusan lokasi, diantaranya: produktivitas
tenaga kerja, valuta asing, budaya, perubahan sikap terhadap industry, juga
kedekatan terhadap pasar, pemasok, dan pesaing.
PENTINGNYA DESAIN TATA
LETAK
Secara garis besar tujuan utama
dari tata letak pabrikialah mengatur area kerja dan segala fasilitas
produksiyang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman,dan nyaman sehingga
akan dapat menaikkan moral kerjadan Performance dari operator. Lebih spesifik
lagi tata letakyang baik akan dapat memberikan keuntungan-keuntungan dalam
sistem produksi, yaitu antara lainsebagai berikut:
- Menaikkan output produksi.Suatu tata letak yang baik akan
memberikankeluaran ( output) yang lebih besar atau lebih sedikit,man hours
yang lebih kecil, dan mengurangi jamkerja mesin (machine hours).
- Mengurangi waktu tunggu (delay) Mengatur keseimbangan antara
waktu operasiproduksi dan beban dari masing-masing departemenatau mesin
adalah bagian kerja dari mereka yangbertanggung jawab terhadap desain tata
letak pabrik.Pengaturan tata letak yang terkoordinir dan terencanabaik
akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay) yangberlebihan.
- Mengurangi proses pemindahan bahan (materialhandling) Proses
perencanaan dan perancangan tata letakpabrik akan lebih menekankan
desainnya pada usaha-usaha memindahkan aktivitas–aktivitas pemindahanbahan
pada saat proses produksi berlangsung
- Penghematan penggunaan areal untuk produksi,gudang dan
service,
Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara
mesin–mesin yang berlebihan, dan lain–lain semuanya akan menambah area
yang dibutuhkan untuk pabrik.Suatu perencanaan tata letak yang
optimal akanmencoba mengatasi segala masalah pemborosanpemakaian ruangan
ini dan berusaha untuk mengkoreksinya.
- Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian mesin,tenaga
kerja, dan fasilitas produksi lainnya.Faktor–faktor pemanfaatan mesin,
tenaga kerja, dan lain–lain adalah erat kaitannya dengan biaya produksi.Suatu tata letak yang terencana baik
akan banyakmembantu pendayagunaan elemen–elemen produksisecara lebih
efektif dan lebih efisien sebagai berikutnya:
- Mengurangi inventory in process Sistem
produksi pada dasarnya menghendakisedapat mungkin bahan baku untuk
berpindah darisuatu operasi langsung ke operasi berikutnya
secepat–cepatnya dan berusaha mengurangi bertumpuknya bahan setengah jadi
(material in process).Problem ini terutama bisa dilaksanakan dengan
mengurangi waktu tunggu (delay) dan bahan yang menunggu untuk segera
diproses
- Proses manufacturing yang lebih singkat Dengan
memperpendek jarak antara operasi satudengan operasi berikutnya dan
mengurangi bahan yangmenunggu serta storage yang tidak diperlukan
makawaktu yang diperlukan dari bahan baku untukberpindah dari satu tempat
ke tempat yang lain dalampabrik dapat diperpendek sehingga secara total
waktu produksi akan dapat pula diperpendek.
- Mengurangi resiko bagi kesehatan dan
keselamatankerjaPerencanaan tata letak pabrik adalah juga ditujukanuntuk
membuat suasana kerja yang nyaman dan amanbagi mereka yang bekerja
didalamnya. Hal–hal yang bisa dianggap membahayakan bagi kesehatan
dankeselamatan kerja dari operator haruslah dihindari.
- Memperbaiki moral dan kepuasan kerjaPada dasarnya
orang menginginkan untuk bekerjadalam suatu pabrik yang segala sesuatunya
diatursecara tertib, rapi dan baik. Penerangan yang cukup,sirkulasi yang
enak, dan lain–lain akan menciptakansuasana lingkungan kerja yang
menyenangkansehingga moral dan kepuasan kerja akan dapat
lebihditingkatkan. Hasil positif dari kondisi ini tentu saja berupa
performance kerja yang lebih baik dan menjuruskearah peningkatan
produktivitas kerja
- Mempermudah aktivitas supervise Tata letak pabrik
yang terencana baik akan dapatmempermudah aktivitas supervise Dengan
meletakkankantor atau ruangan diatas, maka seorang supervisor akan
dapat dengan mudah mengamati segala aktivitasyang sedang berlangsung diarea
kerja yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawabnya.
- Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuranMaterial
yang menunggu, gerakan pemindahanyang tidak perlu, serta banyaknya
perpotongan (intersection) dari lintas yang ada akan
menyebabkankesimpangsiuran yang akhirnya akan membawa kearahkemacetan.
Dengan memakai material secara langsungdan secepatnya, serta menjaganya
untuk selalubergerak, maka labor cost akan dapat dikurangi sekitar 40%
dan yang lebih penting hal ini akan mengurangiproblema kesimpangsiuran
dan kemacetan didalamaktivitas pemindahan bahan.Layout yang baik akan
memberikan luasan yang cukup untuk seluruh operasiyang diperlukan dan
proses bisa berlangsung mudahdan sederhana.
Mengurangi faktor yang
bisa merugikan danmempengaruhi kualitas dari bahan baku atau punproduk
jadi.Tata letak yang direncanakan secara baik akan dapatmengurangi
kerusakan–kerusakan yang bisa terjadipada bahan baku ataupun produk jadi.
Getaran–getaran, debu, panas, dan lain–lain dapat secara mudahmerusak kualitas
material ataupun produk yangdihasilkan.
JENIS TATA LETAK
- Tata letak posisi tetap
Tipe tata letak ini digunakan
dalam perusahaan manufaktur dan jasa dengan lokasi yang tetap,sementara
karyawan dan pelaratan di datangkan kelokasi tersebut. Tata letak posisi tetap
digunakan apabila produk yang dihasilkan sulit di bawah, seperti gedung,
lokomotif bendungan.
- Tata letak yang berorientasi proses
Tata letak yang berorientasi
pada proses (process-oriented layout) dapat menangani beragam barang atau jasa
secara bersamaan. Ini merupakan cara tradisional untuk mendukung sebuah
strategi diferensiasi produk. Tata letak ini paling efisien di saat produk yang
memiliki persyaratan berbeda, atau di saat penanganan pelanggan, pasien atau
klien dengan kebutuhan yang berbeda. Tata letak yang berorientasi pada proses
biasanya memiliki strategi volume rendah dengan variasi tinggi.
Dalam perancangan tata-letak
berorientasi proses, taktik yang paling umum adalah mendekatkan
departemen-departemen yang mempunyai interaksi tinggi sehingga meminimumkan
biaya penanganan material.
Kelebihan dan Kelemahan
Tata Letak Berorientasi Pada Proses
Kelebihan
utama dari tata letak ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan
tenaga kerja. Sebagai contoh, jika terjadi kerusakan pada satu mesin, proses
produksi secara keseluruhan tidak perlu berhenti; pekerjaan dapat dialihkan
pada mesin lain dalam departemen yang sama. Tata letak ini juga sangat baik
untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot,
dan untuk memproduksi beragam komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.
Kelemahan tata letak ini
terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Pesanan akan
menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena penjadwalan
yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik.
Sebagai tambahan, peralatan yang memiliki kegunaan umum, membutuhkan tenaga
kerja yang terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi
karena adanya pelatihan dan pengalaman yang dibutuhkan, dan jumlah barang
setengah jadi yang tinggi membutuhkan modal yang lebih banyak.
- Tata letak kantor
Adalah cara mengelompokkan
pekerja, perlengkapan pekerja, dan ruang dengan mempertimbangkan kenyamanan,
keamanan, dan pergerakan informasi. Hal yang membedakan antar layout kantor dan
pabrik adalah pada kepentingan informasi. Tata letak dan fungsi kantor terus
berubah akibat perubahan teknologi. Walaupun begitu, analisis tata letak kantor
masih memerlukan pendekatan berbasis tugas, korespondensi lewat kertas,
kontrak, dokumen hukum, dokumen klien, naskah cetak, gambar, dan desain masih
memegang peraan besar di banyak kantor.
Cara penyelesaian layout kantor
adalah menggunakan analisa diagram hubungan (relationship chart). Diagram yang
disiapkan untuk sebuah kantor desainer produk menyatakan kepala bidang
pemasaran haruslah:
(1) dekat dengan wilayah
desainer,
(2) kurang dekat dengan
sekretaris pusat,
(3) tidak dekat sama sekali
dengan ruang fotokopi atau departemen keuangan. Pada layout ini ada dua kecenderungan
yang perlu diperhatikan. Pertama, teknologi seperti telepon
seluler, pager, fax, internet, laptop PDA menyebabkan layout perkantoran
menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. Kedua,
perusahaan modern menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua
macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada
di kantor.
- Tata letak toko retail (enceran)
Merupakan sebuah pendekatan yang
berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku
konsumen. Layout ini didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan
bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Sehingga banyak
manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak
mungkin. Penelitian membuktikan bahwa semakin besar produk terlihat oleh
konsumen maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi
semakin tinggi. Untuk itu manajer operasional perusahaan ritel dapat melakukan
pengubahan pengaturan toko secara keseluruhan atau alokasi tempat bagi beragam
produk dalam toko. Ada lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko
yaitu:
- Tempatkan barang-barang yang sering dibeli di sekitar batas
luar toko.
- Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan
mempunyai nilai keuntungan besar seperti kosmetika, asesories.
- Distribusikan “produk kuat” yaitu yang menjadi alasan utama
para pengunjung berbelanja, pada kedua sisi lorong dan letakkan secara
tersebar untuk bisa dilihat lebih banyak konsumen.
- Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat
pertontonan yang tinggi
- Sampaikan misi toko dengan memilih posisi yang menjadi
penghentian pertama bagi konsumen.
- Tata letak pergudangan dan penyimpanan
Storage atau warehouse atau
inventory adalah gudang penyimpanan untuk tempat menyimpan material baik bahan
baku, barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap dikirim ke pelanggan.
Sebagian besar material disimpan di gudang di lokasi tertentu sampai material
tadi diperlukan dalam proses produksi. Bentuk gudang tergantung ukuran dan
kuantitas komponen dalam persediaan dan karakter sistem penanganan bahan dari
produk atau kontainer yang digunakan.
D. Pengertian Manajemen Persediaan (Inventory Management)
Pengendalian
persediaan atau Inventory Control merupakan salah satu fungsi yang sangat
penting dalam manajemen, khususnya pada manajemen produksi dan operasi.
Persediaan yang berlebihan akan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi
seperti biaya beban bunga pinjaman, biaya penyimpanan, risiko kerusakan pada persediaan.
Sedangkan persediaan yang tidak cukup akan menyebabkan terhambatnya kelancaran
produksi sehingga memiliki risiko hilangnya penjualan dan ketidakpuasan
pelanggan akibat produk yang diinginkannya tidak dapat diterima pada waktu yang
tepat. Manajemen Persediaan yang baik adalah Manajemen persediaan yang dapat
menjaga keseimbangan antara investasi persediaan dengan tingkat pelayanan
kepada konsumen.
Fungsi inventory
- Memisahkan berbagai material untuk proses produksi
- Menyediakan material untuk pilihan pelanggan
- Mengambil keuntungan diskon
- Menjaga pengaruh inflasi
PENGEMBANGAN
PRODUK BARU
Penciptaan produk baru meliputi 3 hal yaitu:
1. Produk
yang sama sekali baru dan belum pernah ada merupakan masalah ynag paling
kompleks dan mengandung resiko yang paling besar pula.
2. Perubahan
desain (redesign) untuk mengantisipasi kejenuhan pasar dan untuk memperbaharui
model agar selalu tampak “up to date”
3. Pembungkusan
(packaging) yang seringkali konsumen justru tertarik pada produk yang memiliki
bungkus yang lebih menarik dari pada produk yang sama tetapi bungkusnya jelek.
4.
Strategi pengembangan produk baru, dalam hal ini
terdapat 2 cara yang dapat ditempuh oleh perusahaan untuk mendapatkan produk
baru. Cara pertama yaitu melalui perolehan (aquistion) dengan cara membeli
suatu perusahaan. Sedangkan cara yang kedua dengan jalan mengembangkan produk
baru (new product development) melalui pembentukan bagian penelitin dan
pengembangan produk dalam perusahaan yang bersangkutan.
Produk baru dapat diartikan senagai berikut :
a. Produk asli yaitu betul-betul produk
baru,
b. Produk yang disempurnakan,
c. Produk yang dimodifikasi dan
d. Prodk dengan merek baru.
Alasan-alasan
kegagalan suatu produk di pasar pada umumnya sebagai berikut :
·
Eksekutif tingkat tinggi mungkin memaksakan
gagasan produk baru, walaupun menurut hasil riset produk tersebut tidak
menguntungkan untuk dikembangkan.
·
Gagasan produk baik, tetapi pengestimasiannya
terlalu tinggi.
·
Produk yang dihasilkan/ dirancang tidak sesuai
dengan yang direncanakan.
·
Strategi pemasarannya tidak tepat, yaitu tidak
dibarengi denganiklan yang efektif dan kemugkinan
harga ditetapkan terlalu tinggi.
Biaya pengembangan produk terlalu
tinggi dariyang diperkirakan dan para psaing menyerang balik denga lebih
gencar.
Dalam masa depan pengembangan produk
baru yang berhasil saat ini, belum tentu akan berhasil di masa depan karena
hal-hal-berikut :
- Kekurangan gagasan pokok baru yang
penting
- Pasarnya mungkin terpecah-pecah,
karena tajamnya persaingan
- Meningkatnya kendala, baik yang
berasal dari peraturan pemerintah maupun yang berasal dari norma sosial
- Mahalnya pengembangan produk baru
- Kekurangan modal
- Pendeknya umur siklus produk yang berhasil
tersebut atau dengan kata lain produk cepat menjadi kuno (out of date)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan manajemen merupakan tanggung
jawab seorang manajer diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab lebih
besar dari pada apa yang dia dapat lakukan sendiri. Sehingga membutuhkan
bantuan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi, sedangkan manajer produksi
dan operasilah yang akan menentukan keberhasilan organisasi perusahaan sebagai
produsen yang baik, selanjutnya keberhasilan usaha suatu perusahaan dalam
mencapai tujuan dan sasarannya ditentukan oleh kemampuan manajer produksi dan
operasi, serta kemampuan manajer pemasaran dan manajer keuangan disamping
kemampuan majemen puncak atau direksi untuk menciptakan hasil sinergi dari
seluruh kegiatan bersama perusahaan.