I.
Pendahuluan
Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering mengungkapkan kalimat yang dimulai dengan
kata mungkin. Kalimat ini mengisyaratkan adanya unsur ketidakpastian. Apabila
pada kalimat yang dimulai dengan kata mungkin tersebut kita memberikan nilai
numerik yang terletak antara 0-1, maka kata mungkin tadi namanya berubah
menjadi peluang atau nilai kemungkinan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana
caranya mencantumkan angka numerik tadi pada kalimat yang dimulai dengan kata
mungkin.
Contoh
: Kemungkinan dalam suatu kelahiran, yang
lahir adalah anak laki-laki.
Apabila dalam kelahiran tersebut dicantumkan nilai
numerik yang besarnya antara o dan 1, maka kemungkinan itu sudah menjadi
peluang.
II. Istilah-istilah
dalam Peluang
1.
Ruang sampel (sampel space), yaitu suatu himpunan yang
anggota-anggotanya adalah semua hasil yang mungkin dan berkesempatan sama dari
suatu eksperimen. Ruang sampel biasanya dinotasikan S / R / U / Ω.
2.
Peristiwa (event) adalah subset atau himpunan bagian
dari suatu ruang sampel. Peristiwa biasanya dinotasikan dengan huruf kapital.
Contoh
: A = { }
B = {1,2}
3.
Titik sampel (sampel point), yaitu elemen atau anggota dari
suatu ruang sampel atau peristiwa. Untuk menghitung peluang dari suatu
peristiwa sering kali kita memerlukan informasi yang berkaitan dengan banyaknya
elemen yang ada dalam ruang sampel/ peristiwa. Titik sampel dinotasikan dengan
bilangan kardinal.
Contoh
: N(A) = 0
N(B) = 2
4. Peristiwa
saling eksklusif (Mutually exclusivce)
Dua
peristiwa A dan B dikatakan saling eksklusif apabila terjadinya salah atau
peristiwa menyebabkan peristiwa lain tidak terjadi secara bersamaan
5. Peristtiwa
saling bebas (Mutually Independent)
Dua
peristiwa A dan B dikatakan saling bebas apabila terjadinya salah satu
peristiwa tidak disebabkan dan atau tidak menyebabkan peristiwa lain terjadi.
Contoh
:
Dari seorang istri yang sedang mengandung, menurut
pemeriksaan bayi yang sedang dikandung tidak kembar.
Jika
suami-istri tersebut mempunyai anak 2 orang
a. Ruang sampel S yang menyatakan kemungkinan susunan
jenis kelamin kedua anak tesebut
seluruhnya :
S
= (LL, PP, LP, PL)
b.
Titik-titik sampel LL, PP, LP, PL sifatnya equally likely
c.
Titik-titik sampel LL, PP, LP, PL sifatnya mutually eksklusif
III.
Definisi-definisi Peluang
1. Definisi
Peluang Klasik (Apriori)
Misalkan
kita mempunyai ruang sampel S, ruang sampel ini mempunyai n buah titik sampel
yang saling eksklusif dan berkesempatan sama. Selanjutnya kita mempunyai dari n
buah titik tersebut x buah titik sampel yang mendukung peristiwa A, maka nilai
peluang dari peristiwa A dinotasikan oleh P(A), dinyatakan oleh : 
Dalam
definisi ini terdapat kelemahan, yaitu dalam kalimat tersebut terdapat kata
“berkesempatan sama”.
Contoh :
Menurut catatan 70 dari 100 penderita kanker
darah dapat disembuhkan melalui operasi pencangkokan sumsum tulang belakang.
Pada suatu ketika ada seseorang yang menderita penyakit kanker darah, berapa
peluang orang tersebut dapat disembuhkan melalui operasi pencangkokan sumsum
tulang belakang ?
Jawab
:
Misalkan,
A adalah peristiwa seseorang yang menderita penyakit kanker darah dapat
disembuhkan melalui operasi pencangkokan sumsum tulang belakang.
Maka, 
2. Definisi
Peluang Statistis
(Empiris/Matematis)
Misalkan
kita mempunyai n buah peristiwa, dari n peristiwa ini terdapat x buah peristiwa
A, maka nilai peluang dari peristiwa A dinyatakan :
Penerapan
dari definisi peluang empirik ini dapat digunakan untuk menghitung nilai
peluang dari suatu peristiwa berdasarkan informasi/ catatan/ hasil penelitian
pada masa lalu.
3. Definisi
Peluang Subjektif
Definisi
peluang secara subyektif adalah pendekatan yang menggunakan intuisi, keyakinan
diri dan informasi tidak langsung lainnya. Peluang subyektif ini sifatnya amat
pribadi, setiap orang memiliki informasi yang berbeda mengenai suatu kejadian
dan cara mereka mengartikan informasi tersebut juga berbeda sehingga peluang
dari suatu kejadian yang mereka simpulkan akhirnya dapat berbeda-beda.


0 komentar:
Posting Komentar